Anak-anak Indonesia

anakMenggali potensi anak

Oleh : Rini Intama

Jika anda ingin anak anda berkembang, biarkan mereka mendengar hal baik yang anda katakan tentang mereka kepada orang lain – Dr Haim Ginott

Pendidikan bagi anak adalah ibarat pertumbuhan akar bagi sebuah pohon. Akar yang kuat akan menopang sebuah pohon yang besar, Pohon yang baik dan subur. Sebuah pohon yang subur akan menghasilkan daun yang hijau, bunga yang cantik dan buah yang baik

Keberhasilan suatu  pendidikan sering dikaitkan dengan para orang tua dalam  hal memahami anak sebagai indivdu yang unik,dimana setiap anak dilihat sebagai individu yang memiliki potensi-potensi yang berbeda satu sama lain namun saling melengkapi dan berharga.

Selain memahami bahwa anak merupakan individu yang unik, ada beberapa catatan yang perlu kita perhatikan dalam kaitannya denga upaya kiat memahami anak,  karena anak adalah tetap anak-anak, bukan orang dewasa, mereka memiliki keterbatasan  bila di bandingkan dengan orang dewasa.  Dunia mereka adalah dunia bermain, yaitu dunia yang penuh dengan spontanitas dan menyenangkan.  Selain tumbuh secara fisik, anak juga berkembang secara psikologis, ada fase perkembangan yang dilaluinya dan anak menampilakn berbagai perilku sesuai dengan ciri-ciri masing-masing fase perkembangan tersebut.   Dan anak itu sangat senang meniru. Karena salah satu proses pembentukan tingkah laku mereka adalah diperoleh dengan cara meniru.   Terakhir  anak-anak itu  pada dasarnya kreatif, mereka mempunyai ciri-ciri individu yang oleh para ahli sering digolongkan sebagai ciri-ciri individu yang yang kreatif. rasa ingin tahu yang besar, senang bertanya dan mempunyai imajinasi yang tinggi.

Dalam hal ini maka orang tua dan guru perlu memahami kreatifitas yang ada pada diri anak-anak, dengan sikap yang luwes dan kreatif pula.

Membentuk Karakter anak

Peran orang tua , sebaiknya orang tua memperkenalkan nilai-nilai kebaikan kepada anakanak sejak mereka masih kecil. Nilai-nilai tersebut akan melekat dalam kepribadian mereka.

Ciptakan lingkungan yang sehat , hindari anak-anak tumbuh dan besar dalam  lingkungan  yang  

tidak sehat  secara lingkungan tempat tinggal maupun kesehatan jiwanya karena  rentan perbuatan asusila.

Peran  sekolah, selain orang tua, sekolah berperan penting dalam  melahirkan generasi yang cerdas dan berkarakter baik sesuai dengan kebutuhan bangsa.

Bagaimana anak yang cerdas itu ?

Akar pendidikan anak Tanamkan nilai-nilai yang baik pada anak anda, sebab  itulah yang membuat mereka bahagia, bukan emas.  –Ludwig van Beethoven

Sering kita mengatakan, kalau anak cerdas adalah anak yang selalu mendapatkan  ranking dan nilai tinggi di sekolahnya. Ternyata, anak cerdas tidak hanya anak yang cerdas di sekolah, tetapi cerdas dan kreatif juga mengaplikasikan pengetahuan yang dimilikinya, bisa mengekspresikan ide-idenya, khayalannya dan keinginannya ke dalam dunia nyata.  Karena anak cerdas selalu memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, bereksperimen dan bereksplorasi.

Pada dasarnya, kecerdasan seorang anak tidak hanya dipengaruhi oleh IQ yang tinggi, tetapi lebih banyak dipengaruhi oleh keterampilan-keterampilan EQ.  EQ  dapat berkembang dengan baik bila lingkungan memberi dorongan dan kesempatan seluas-luasnya pada anak untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki nya.

Bagaimana menggali Potensi anak ?

Tantangan terbesar bagi para orangtua dan guru adalah menyingkirkan batu besar yang menghalangi jalan mereka dalam menemukan, menembangkan, dan merayakan anugrah yang mereka miliki itu. (Thomas Armstrong)

Dewasa ini anak-anak sering mengalami stres akibat dorongan orangtua dan lingkungan sekitar yang terlalu berorientasi pada keberhasilan.  Tapi anak  tak bisa menyatakan keinginannya, tugas orang tua semestinya mengukur. apa yang  mereka butuhkan. Dan tugas kita sebagai orang tua membantu memecahkan segala permasalahan yang dihadapi anak dalam kegiatan belajar mengajar. Membantu anak-anak membangun rasa percaya diri.

Bersiaplah menjadi fasilitator belajar dengan aktif di rumah .  Kita orang tua adalah guru pertama segala potensi yang dimiliki anak, pengembangannya tergantung  bagaimana orang tua mengarahkannya. Untuk anak 3-6 tahun anak usia ini berada di masa transisi menjelang masuk sekolah.   Kedua rumah  juga wadah yang  tepat untuk itu, maka bersiaplah menjadi fasilitator Active Learning di rumah.  Metode ini tidak bisa bergantung pada pihak sekolah  semata. Tetapi jika setiap hari kita memaksa anak belajar, anak akan kehilangan gairah untuk eksplorasi.  Dan harus kita sadari bahwa setiap Anak itu sungguh unik, karena semua anak adalah  anak berbakat, mempunyai potensi yang unik. Maka perlu dipupuk dengan benar agar  dia dapat menjadi dirinya sendiri..

Masa perkembangan anak  masuk  usia sekolah, anak mengalami masa transisi dan menghadapi perubahan-perubahan yang membingungkan. Dengan memahami dia, orang tua bisa membantu  dan  membimbingnya.

Bagaimana agar anak senang membaca ?

Tentu saja memperkenal kan  buku  sebagai  hadiah yang indah dan  membaca sebagai kegiatan yang menarik buat mereka. Membaca di awali dengan  membacakan mereka dongeng sejak dini dan kegiatan ini yang akan mengembangkan daya imajinasi mereka dengan baik.  Hal  yang paling awal  harus kita lakukan  adalah  mencari bentuk buku yang disukai seorang anak.
Kedua, membiasakan anak membaca setiap hari. Perlu diketahui, membaca adalah keterampilan. Semakin banyak anak berlatih membaca, maka keterampilan ini akan semakin terasah. Ketiga, adalah membuat anak terfokus pada pilihan kata tertentu.

Sebagai penutup, kita adalah orang tua yang  mencoba menerapkan  cara mendidik anak agar cerdas  dan  bisa membantu  perkembangan  anak hingga mereka dewasa kelak  Hal penting itu   karena kecerdasan seorang anak dapat di katakan berkembang bila nalar, emosi, dan  motoriknya dapat difungsikan dengan baik. Tentu saja Peran para perempuan yang  juga seorang ibu, bagaimana dengan kasih saying dan cinta memberikan seluruh hati dan hidupnya pada  anak-anak sebagai penerus bangsa.

 

 

One thought on “Anak-anak Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s