Pendidikan bagi anak adalah ibarat pertumbuhan akar bagi sebuah pohon. Akar yang kuat akan menopang sebuah pohon yang besar, Pohon yang baik dan subur. Sebuah pohon yang subur akan menghasilkan daun yang hijau, bunga yang cantik dan buah yang baik
Akar pendidikan Anak
Published Oktober 25, 2009 by Rini Intama
Akar pendidikan anak Tanamkan nilai-nilai yang baik pada anak anda, sebab itulah yang membuat mereka bahagia, bukan emas. (Ludwig van Beethoven)


Orang tua adalah guru pertama Segala potensi yang dimiliki anak, pengembangannya tergantung pada bagaimana orang tua mengarahkannya. Dari rumah menuju sekolah: ‘prepared environment’ Untuk anak 3-6 tahun (Home-based Montessori Learning) Anak usia ini berada di masa transisi menjelang masuk sekolah. Ia perlu disiapkan agar lebih mudah beradaptasi.


Rumah adalah wadah yang tepat untuk itu. Bila orangtua menuntut terlalu banyak Para ahli menyatakan, anak yang terlalu dipompa pengetahuannya oleh orangtua seringkali menjadi kurang kreatif dan takut salah.


Selain itu, bila tiap hari anda memaksa anak belajar, anak akan kehilangan gairah untuk bereksplorasi. Aduh, Sibuk Sekali Kamu, Nak…! Kesibukan bukan hanya monopoli orang dewasa. Agenda anak-anak kita pun tak klah padatnya. Hati-hati, jika salah memilih kegiatan, bukannya sukses yang di raih malah stres yang datang.

Bersiaplah Menjadi Fasilitator Active Learning Di Rumah Saat ini metode active learning atau berbaris kompetensi telah diterapkan, tapi seperti yang sudah-sudah, metode ini tidak bisa bergantung pada pihak sekolah semata. Perlu peran orangtua di rumah.

Setiap Anak Unik Semua anak adalah anak yang berbakat. Tiap-tiap anak terlahir ke dunia ini dengan potensi yang unik. Bila dipupuk dengan benar, dapat turut memberikan sumbangan bagi dunia yang lebih baik.


Tantangan terbesar bagi para orangtua dan guru adalah menyingkirkan batu besar yang menghalangi jalan mereka dalam menemukan, menembangkan, dan merayakan anugrah yang mereka miliki itu. (Thomas Armstrong)

Masa Perkembangan Anak Memasuki usia sekolah, anak mengalami masa transisi dan menghadapi perubahan-perubahan yang membingungkan. Dengan memahami dia, orang tua bisa membantu dan membimbingnya. Si kecil sang juara


Dewasa ini anak-anak sering mengalami stres akibat dorongan orangtua dan lingkungan sekitar yang terlalu berorientasi pada keberhasilan. Menggali Potensi Anak Sindroma Down “Mereka tak bisa menyatakan keinginannya, tetapi orang tua semestinya bisa mengukur. apa yang sebetulnya mereka butuhkan.”
Bagaimana sih anak yang cerdas itu ?
Published Oktober 23, 2009 by Rini IntamaBagaimana sih anak cerdas itu?
Sering kita mengatakan, kalau anak cerdas adalah anak yang selalu mendapatkan
ranking yang tinggi di sekolahnya
(apakah nilai akademis yg tinggi sudah dapat mewakili bahwa anak tersebut dpt dikatakan anak cerdas?)

Ternyata, anak cerdas tidak hanya anak yang cerdas di bangku sekolah, tetapi cerdas dan kreatif juga dalam mengaplikasikan pengetahuan yang dimilikinya, mampu mengekspresikan ide-idenya, kemampuannya, khayalannya dan keinginan-keinginannya ke dalam dunianyata.
Anak cerdas selalu memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka suka bereksperimen dan bereksplorasi. Mereka umumnya sering melakukan hal-hal yang aneh yang seringkali membuat orangtua, guru dan orang-orang dewasa disekelilingnya merasa jengkel dan terganggu.
Pada dasarnya, kecerdasan seorang anak tidak hanya dipengaruhi oleh IQ yang tinggi, tetapi lebih banyak dipengaruhi oleh keterampilan-keterampilan EQ.
EQ dapat berkembang dengan baik bila lingkungan memberi dorongan dan kesempatan seluas-luasnya pada anak untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki (selama ini banyak orangtua yang lupa untuk membantu mengembangkan kemampuan dr EQ ini, karena pada dasarkan pada saat awal-awal perkembangan EQ, sifat dan sikap anak dirasakan lingkungan sangat mengganggu dengan rasa “ingin tahunya” yang tinggi, pertanyaan-pertanyaannya dan daya kritisnya yang sering membuat
lingkungan kewalahan untuk menjawabnya)
Inspiring Teacher………
Published Oktober 31, 2009 by Rini IntamaFind your Inner Voice and Inspire others to find Theirs..
Album kami..
Published Oktober 29, 2009 by Rini IntamaPeran Strategis seorang Guru…
Published Oktober 27, 2009 by Rini IntamaPeran Strategis seorang Guru…adalah membangun karakter dan memotivasi setiap anak didiknya !
Mengapa matematika menjadi pelajaran yang paling ditakuti siswa?
Published Oktober 24, 2009 by Rini IntamaMengapa matematika menjadi pelajaran yang paling ditakuti siswa?
Karena mereka merasa bahwa matematika adalah sesuatu yang rumit. mari kita menelaah lebih jauh …..
- Mengajak anak merubah pola pikir mereka bahwa berhitung adalah menyenangkan, maka beri mereka kemudahan dan kegembiraan pada saat mereka mulai berhitung
- Intinya adalah kekuatan dasar yaitu kekuatan yang akan terus mengakar sampai mereka dewasa kelak, tentunya harus melalui sebuah proses panjang yang alami,
* Bagaimana mereka mengenal angka ?
* Bagaimana mereka belajar mengurutkan angka ?
* proses mengenal angka satuan, puluhan, ratusan, ribuan dstnya
* proses mengenal Bilangan genap, ganjil
* Bagaimana mereka mulai belajar penjumlahan kemudian pengurangan ?
* Jangan dilanjutkan ketingkat berikutnya jika kedua hal tersebut tidak dikuasainya
* Langkah selanjutnya adalah bagaimana mereka mulai mengenal perkalian, maka kenalkan dulu pada mereka bagaimana mereka menghitung angka kelipatan atau bilangan loncat yang berkala
* Selesai pada tahap mereka menguasai perkalian maka langkah berikutnya adalah memperkenalkan pada permbagian.
* Jangan dilanjutkan pada tahap berikutnya jika ke dua hal tersebut diatas tidak dikuasai dengan baik.
* Tahap selanjutnya adalah mulai mereka dikenalkan pada rumus2 matematika…
Menciptakan gambaran yang unik dan nyata untuk menjelaskan konsep, konsep itu langsung berubah dari abstrak menjadi konkret, sehingga lebih mudah dimengerti.
Penyajian materi yang menarik, menimbulkan rasa ingin tahu yang besar
Hampir setiap waktu, kedua belahan otak kita aktif
Published Oktober 24, 2009 by Rini IntamaPenelitian berikutnya berdasarkan penemuan Roger W. Sperry, dilakukan oleh Jerry Levy, PhD, (1995) dari University of Chicago, menegaskan bahwa kedua bagian otak kita terlibat hampir dalam setiap aktivitas dan waktu. Hal ini bisa dibuktikan percobaan penggunaan PET (Positron Mission Tomography) pada seseorang yang sedang berpikir & beraktivitas. Di layar nampak kedua belahan menunjukkan aktivitas otak yang sedang terjadi. Sehingga kenapa ahli neuroscience sekarang sudah tidak menggunakan pembagian menurut dua belahan otak kiri & otak kanan. Alasannya karena terlalu menyederhanakan, dan berpotensi memberikan arti yang salah.
Sebenarnya apapun yang anda lakukan, berbicara misalnya, anda selalu mengakses otak kanan & otak kiri anda. Contoh: saat mendengarkan seseorang berbicara, hal ini mengaktifkan otak kiri (pengertian berbahasa), berdasar pengetahuan yang kita peroleh selama ini, bagian kiri memproses kata-kata, definisi dan bahasa. Pada saat seperti ini, penelitian terbaru dari Neuroscience, membuktikan bahwa belahan otak kanan juga aktif untuk memproses, modulasi nada, tempo dan volume dari komunikasi tersebut. Unsur yang sebenarnya, lebih penting dari kata-kata itu sendiri.
Otak kanan dan otak kiri
Published Oktober 24, 2009 by Rini Intama
Roger W Sperry mengemukakan bahwa otak manusia terdiri dari belahan kiri dan kanan, di mana masing-masing belahan otak tersebut mempunyai fungsi yang berbeda. Tugas belahan kiri paling utama adalah untuk bahasa (verbal) termasuk kata-kata, logika, matematika, urutan, analisis, dll sedangkan tugas belahan kanan berfungsi selain dari bahasa (nonverbal) yang meliputi kreativitas, irama, kesadaran ruang, imajinasi, melamun, warna, dll
Seseorang yang dominan belahan kiri, biasanya akan:
* Memilih sesuatu yang berurutan
* Belajar lebih baik dari bagian-bagian kemudian keseluruhan
* Lebih memilih system membaca fonetik
* Menyukai kata-kata symbol dan huruf
* Lebih memilih membaca subyeknya lebih dulu
* Mau berbagi informasi fakta yang berhubungan
* Lebih memilih instruksi yang berurutan secara detail
* Mengalami focus internal lebih besar
* Menginginkan struktur dan prediksi
Seseorang yang dominan belahan kanan, biasanya akan:
* Merasa lebih nyaman dengan sesuatu yang acak
* Paling baik belajar dari keseluruhan kemudian bagian-bagian
* Lebih memilih system membaca seluruh bahasa
* Menyukai gambar, grafik dan diagram
* Lebih memilih melihat atau mengalami subyeknya lebih dulu
* Mau berbagi informasi tentang hubungan antara segala sesuatu
* Lebih memilih yang spontan, lingkungan belajar yang mengalir
* Mengalami fokus eksternal yang lebih besar
* Menginginkan pendekatan yang tak terbatas, baru & mengejutkan.
Dengan tegas, saya katakan disini bahwa kita hanya punya satu otak, yang terbagi menjadi dua belahan yaitu Left hemisphere (belahan kiri) yang merupakan PUSAT BAHASA (VERBAL) yang menjadi fungsi rasional dan Logika, dan Right hemisphere (belahan kanan) yang fungsinya selain dari fungsi verbal yang ada pada otak kiri, seperti : kreatif, irama dll.
Belajar Bahasa Inggris di Tangerang?
Published Oktober 22, 2009 by Rini Intama

KIDDY ENGLISH CLUB – Tangerang
Sebuah tempat anak-anak belajar Bahasa Inggris dengan cepat, mudah dan menyenangkan !
Karena Metoda yang kami gunakan adalah belajar sambil bermain….
Sebuah cara yang dapat merangsang anak untuk lebih kreatif dan mandiri..
Sebuah cara dimana proses belajar adalah bertujuan menguatkan akar dan dasar pola pikir secara alami
Sebuah cara yang menggembirakan mereka !

dirancang sedemikian rupa sehingga menyenangkan anak. Kegembiraan dan kebebasan bereksplorasi menjadi alat utama untuk mendidik anak.






















